Nulis #Random2015 Hari VI

CERITA SEBUAH PERNIKAHAN

PERNIKAHAN. Apa yang ada dalam benakmu ketika kau mendengar kata menikah? Apa yang kaupikirkan disaat kau masih sendiri sementara ada orang yang bertanya, ‘kapan kau menikah?”

Ah, pernikahan. Pernikahan bukan sekadar pesta penyatuan dua insan yang saling mencinta. Begitu banyak cerita di balik kata ‘menikah’. Toh menikah bukan hanya saja penyatuan dua insan, bukan sekadar penyatuan dua keluarga saja, tapi lebih tepatnya dua keluarga besar. Lantas, bagaimana jika salah seorang dalam keluarga besar itu tanpa ada restu? Pernahkah kauberpikir dalam benakmu, menjadi sosok ‘menantu yang tak dianggap’, menjadi menantu yang tidak penting.

Ah, pernikahan. Cerita yang begitu sarat akan teka-teki.

Pernah dalam benakku berpikir, menikah dalam pesta meriah bersama orang yang kita cintai. Tapi nyatanya, pernikahan tak sesederhana itu. selalu penuh kejutan-kejutan di setiap langkahnya.

Hidup dalam pernikahan jauh berbeda bila dibandingkan dengan kehidupan pacaran. Manis dalam janji, menikah tak cukup hanya cinta. Tapi juga butuh pengertian. Bukan hanya pengertian bersama pasangan, tapi pengertian dalam keluarga besar baru. Lantas, bagaimana jika ketidakcocokan itu datang dalam keluarga besar baru itu?

Tak bisa terbayangkan. Mempunyai pasangan tetap tak bisa bertindak sesuai ego. Banyak hal yang harus terpikirkan dan banyak hati yang harus dijaga.

Jadi, menikah bukan suatu perkara sederhana. Pikirkan ulang sebelum menemui penyesalan. Meski menikah itu ‘aku dan kamu, tapi ada keluarga besar di belakang kita.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s