gado-gado

KALAU NYARI SUAMI ITU MBOK YANG KAYA… (2)

KALAU NYARI SUAMI ITU MBOK YANG KAYA… (2)

 

Jadi, emaknya Juna ngebahas ini lagi? Baper githu? Atau iri karena enggak dapet suami kaya raya tajir melintir dengan gelar dan pangkat berjejer sepanjang rel kereta api?

Argh… terserah dech ape kalian pikir…

Sebenarnya sih yaaa, mau ngelanjutin drama nyari suami kaya ini udah beberapa minggu yang lalu. Etapi… enggak tahu sok sibuk ngapa kok malah enggak ditulis dan sibuk posting tema lain.

Inspirasi suami kaya part 2 ini sebenarnya gegara aku nonton FTV Indosiar. Emak-emak banget kan? Siang bolong leha-leha sambil nonton FTV menye-menye? Tapi jangan salah… selalu ada hikmah yang bisa diambil.

26994060_1408386432617606_5545295494760762355_n

Waktu itu ceritanya kayak gini : Si Kakak dapat suami kaya raya. Suaminya itu memenuhi kebutuhan (materi) sang isteri plus mertuanya. Akan tetapi, sudah bertahun-tahun mereka nikah, mereka belum dikaruniai seorang anak. Si Suami tentunya juga mendambakan keturunan dong yah? Suami ini sering banget bersikap kasar sama isterinya. Parahnya lagi, pakai ngungkit-ngungkit apa yang sudah dikasih ke isteri dan mertua. Main tangan juga. Duh…

Sementara Sang Adik? Sorry, dia malah dapat suami orang enggak punya dengan penghasilan pas-pasan. Tapi jangan salah, suaminya Si Adik ini tuh lembutnya, sayang banget sama isterinya, pokoknya dia berjuang keras buat ngebahagiain isterinya, buat bisa nurutin apa maunya isterinya. Meski pada awalnya isterinya juga enggak bersyukur sama apa yang dikasih suami karena dia iri sama kakaknya yang secara materi tuh berkecukupan.

Akan tetapi… suatu hari dia ngelihat perlakuan kasar suami kakaknya terhadap kakaknya. Lelaki yang sampai tega mukul. Hingga akhirnya kakaknya lebih memilih bercerai karena sudah tidak tahan dalam pernikahannya yang selalu dihina dan direndahkan sama suaminya sendiri karena enggak punya anak.

Si Adik barulah sadar. Yang bikin jleb tuh kata-katanya “Suami aku memang enggak kaya, tapi suami aku enggak pernah kasar sama aku…”

Dan itu… benar…

Mungkin, itu Cuma FTV yah… tapi sweet menurut emak-emak pengabdi cinta kayak aku. Aku ngelihat suami aku yang saat ini segitu sayangnya sama keluarga pernah tanya gini : “Yah, apa kalau Ayah kaya nanti juga bakalan tetap kayak gini sama Mamah? Mijitin Mamah, buatin kopi, bantuin ini itu?”

Meski suami mengiyakan… terkadang ragu loh akunya…

Apalagi aku pernah mendengar pepatah kaya gini : seorang wanita diuji ketika lelakinya tidak punya apa-apa, tapi seorang lelaki diuji ketika dia punya apa-apa.

 

Wajar dong yah… aku mikir yang enggak-enggak. Apalagi aku ngelihat beberapa teman aku yang terlihat beruntung karena dapat suami kaya tapi sering banget ngeluh. Suaminya banyak ngaturlah, suaminya ganjenlah… dan bla-bla.

Ya ya… pondasi rumah tangga yang sebenarnya menurut aku memang bukan harta dan bukan pula cinta. Melainkan adalah keimanan. Harta hanya titipan dan sewaktu-waktu Tuhan bisa mengambilnya. Sementara cinta, Tuhan adalah Maha Pembolak-balik hati.

Terus… apa faedahnya dari postingan ini?

Enggak tahu, mungkin enggak ada faedahnya kalik.. Cuma obrolan ngalor ngidul dari emaknya Juna.

Oh ya, kalau maish mau baca, tunggu saja part 3-nya. Curhatan dari seorang kawan yang belum nikah sich.., hahaha… J

1 thought on “KALAU NYARI SUAMI ITU MBOK YANG KAYA… (2)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s